Aku dan tuhanku

Ya Allah ku bersyukur kepadamu
seribu sujudpun takkan bisa menggantikan nikmatmu
Betapa berdosanya aku mengingkari nikmatmu
betapa durhakanya aku mengingkari perlindunganmu
tak kah aku sadari semua ini berkatmu
setiap langkahku selalu engkau uji
setiap nafasku engkau lindungi
Begitu banyak dosa yang ku lakukan
Namun tak sedikitpun nikmat kau hilangkan
Aku berlindung kepadamu
namun kadang aku ingkar akan ketentuanmu

Engkau kabulkan setiap inginku

Namun aku tak pernah taat perintahmu

Aku sadari itu

namun aku tak pernah bisa berubah

Aku tahu engkau tuhanku

Aku tahu engkau memberikan segalanya padaku

Aku tahu engkau melindungiku

Namun aku tak pernah tahu kapan ku bisa taat padamu

taat pada ketetapanmu

taat pada perintahmu

taat seutuhnya dari diriku

Fisikku taat perintahmu

namun naluriku ingkar

inikah yang namanya Iman?

jika engkau hanya bisa meminta tanpa memberi..

Published in: on 6 February 2012 at 5:31 am  Leave a Comment  

ratapanku

Ya Allah ampunilah aku yang hanya bisanya mengeluh,
bersedih dan meratap
aku tahu engkau memberikan yang lebih baik dibalik setiap kejadian
aku juga mengerti semuah ini ujian
Tapi ya Allah sungguh berat dua bulan ini
aku merasa tidak dihargai lagi sebagai manusia
Aku berusaha sabar dan hanya tersenyum saat terjadi.
Namun mengapa dia lakukan lagi?
tidak cukupkah kesabaranku
aku mengerti aku bukan siapa-siapa
tapi jika tidak suka, biarkan aku menjalani hidupku sendiri
bekerja bagaimana mestinya, akupun tidak pernah mengganggunya.
aku sudah berusaha cuwek apapun yang terjadi.
namun ini muka orang bukan ayam
aku sudah mandi, aku juga sudah berwuduk
tak kah mereka fikir aku manusia biasa
punya ambisi juga amarah

Published in: on 13 January 2012 at 3:48 am  Comments (1)  

Cintaku bertepuk sebelah tangan

Hari berganti hari

Kesendirian merenggut keceriaan jiwa

Sunyi membelenggu langkah

Tak kah sentuhan cinta datang

Menghampiri seperti angin silir di tengah sawa

Padang rumput menghibur memecah kesendirian

Ceria datang menghampiri

Bukan senyum namun derita ku rasa

Genggam lembut mu kini menjadi belenggu bagiku

Senyummu membawah gelisah

Kini engkau bagai padang pasir yang terus membakarku

Inginku tinggal namun hati tercabik

Kau berikan senyum dalam hati dia

Aku terbakar hangus olehnya

Namun aku tak sanggup meninggalkan

Entah akankah smua akan berakhir

Hingga kini aku masih mengharap kata cinta darinya..

Published in: on 3 June 2011 at 11:22 am  Leave a Comment  

Tahun baruku

Hari yang sunyi, hening tanpa bisik

merenung mengharap teman setia

gunda selalu menusuk di relung hati

sedih slalu menghantui setiap langkah

menjadikan diri merasa hina, bagai nasi busuk

tak berdaya bagai terbelenggu

hari yang menyedihkan

hari berganti malam yang gelap dan semakin sunyi

kucoba berbisik namun tak seorangpun yang menjawab

kucoba mengusir sunyi namun makin menusuk

kesendirian seakan tak kan pergi

waktu begitu lama tuk berlalu

hidupku begitu hampa hari ini

Terdengar kebisingan memecah hening

tengah malam yang gelap sontak menjadi riang

mreka teman sejatiku

datang mengisi kesunyian dalam hatiku

tertawa menghabiskan malam

Menjadikan keakraban tak berbatas

bagai di tengah keramaian kota

inilah bahagiaku

inilah sahabatku

inilah tahun baruku yang ceria

Published in: on 5 January 2011 at 6:28 am  Comments (1)  
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.